Kemeriahan di Pulau ‘Legenda’

Warga Menggunakan Perahu di Sekitar Pulau Kemaro

Delta sungai di hulu aliran Musi ini di keramatkan oleh warga Tionghoa. Menurut legenda, disinilah pada masa Kerajaan Palembang seorang putri raja bernama Siti Fatimah yang dipersunting oleh saudagar Tionghoa bernama Tan Bun An beserta pengawalnya melompat kedalam sungai untuk mencari guci-guci berisi emas yang telah dilemparkan, karena sebelumnya Tan Bun An menduga guci itu hanya bermuatan sawi asin. Akhirnya mereka tak pernah kembali lagi kepermukaan. Gundukan tanah yang dipercaya sebagai makam ketiga orang itu berada di dalam komplek Kelenteng Hok Ceng Bio.

Inilah Pulau Kemaro atau Kemarau dalam bahasa Indonesia, disebut demikian karena pulau ini tak terendam walau air sedang pasang. Saat perayaan Cap Go Me 2011 yang lalu tempat ini diperkirakan didatangi oleh 60.000 orang, jumlah yang fantastis. Sedangkan saat acara berlalu dan pada hari-hari biasa pengunjung menurun secara drastis bahkan sering kali sepi . Umat Tridharma hadir untuk bersembahyang disini, sedangkan banyak warga berwisata bersama keluarganya. Selain warga dari Kota Palembang dan Sumatera Selatan, tamu dari kota lain di Indonesia juga dari mancanegara datang kesini. Diluar kelenteng berdiri kios dan tenda dadakan para penjual makanan, minuman, asesoris dan jasa permainan layaknya pasar malam. Hiburan pun banyak, mulai dari yang khas Tionghoa seperti barongsai, liong dan wayang orang hingga musik pop dan tanjidor. Tahun ini perayaan Cap Go Me disini dimajukan pada tanggal 15 – 16 Februari. Saat malam menjelang pergantian hari itulah pengunjung membeludak diiringi kembang api yang meledak di langit kelam.

Kamera : Nikon D3000

Lensa : Nikon 18-55mm

Sembahyang bersama menghadap bagian depan kelenteng Hok Ceng Bio

Bersembahyang di makam pengawal Siti Fatimah

Umat Tridharma berdoa di depan makam Siti Fatimah

Penjual cindera mata di jalan menuju pagoda

Pengunjung semakin ramai menjelang jam 12 malam

Berdoa di depan altar persembahan

Pertunjukan wayang orang khas Tionghoa

Kios yang menjual menu makanan vegetarian

4 thoughts on “Kemeriahan di Pulau ‘Legenda’

  1. kenapa setelah melihat segala macam kuil di luar palembang ane baru tertarik dengan kuil di kampung halaman sendiri yah.. #parah
    jadi pengen cepet balik kampung dan ngiterin musi…
    nice pict & salam kenal…

  2. Salam kenal mas..
    Nice pict!…senang rasanya bisa melihat salah satu keindahan kota tercinta dengan cara berbeda..:)
    Btw mohon izin pake foto ya mas..untuk tugas akhir(skripsi)..makasih sebelumnya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s